Peran pemuda dalam Islam

Posted on February 2, 2010 by

0


Seorang ulama berkata : “Sesungguhnya tampilnya islam karena tampilnya umat, tampilnya umat karena tampilnya pemuda, dan tampilnya pemuda karena kebaikan akhlaq

“Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki- Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” ( QS : Ar-Ruum 30 : 54 )

Pemuda adalah generasi penerus bangsa, tidak jarang juga kita mendengar kalau majunya suatu bangsa itu karena pemudanya dan hancurnya suatu bangsa itu juga karena pemuda. Karena ditangan pemudalah estafet kepemimpinan berikutnya akan di limpahkan. Apalagi di zaman yang akhir ini setelah berakhirnya khilafah islamiyyah, umat islam menjadi terpecah belah, jika kita sebagai generasi penerus Rasulullah tidak membekali diri dengan ilmu dan akhlaq mulia, maka apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang, dengan pemudanya yang hanya memikirkan diri sendiri. Kebanyakan orang berpikir saat masih muda mereka hanya menganggap tugas mereka adalah sekolah, bekerja dan menikah.Tapi apakah sesimple itu dalam memandang dan menjalani hidup tanpa memikirkan apa yang sedang terjadi pada lingkungan sekitar, krisis moral, krisis ekonomi, dan berbagai krisis multidimensial yang melanda bangsa kita, terutama lagi kita sebagai umat islam khususnya generasi penerus Rasulullah akan duduk dan sebagai penonton?, jangan pernah kita mengatakan kalau kita generasi rabbani sedang kita hanya duduk-duduk, diam, menonton, dan menikmati kondisi tanpa mau peduli. Sudah saatnya kita bangkit, bersatu dan meneruskan lagi perjuangan Rasulullah untuk menegakkan syariat-syariat islam di muka bumi ini, dan bukan mementingkan dan saling mendahulukan pendapat pribadi. Terus apakah tugas kita sebagai pemuda?

Tugas kita sebagai pemuda adalah :

1. Sebagai cadangan
Karena generasi muda adalah generasi pengganti yang tua jadi kita sebagai generasi muda harus meningkatkan qualitas Ruhiah kita dengan membekali diri sebanyak mungkin agar bisa mendidik generasi berikutnya.

2. Sebagai agen perubah/pembaharu

Saat kita melihat kondisi lingkungan kita yang menyimpang, kita sebagai pemuda harus bisa melakukan perubahan atas kondisi tersebut dengan keberanian. Seorang pemuda itu harus mempunyai idealisme tinggi, punya keberanian dan berani melakukan perubahan dimulai dari diri, keluarga dan masyarakat.

3. Sebagai da’i
ungkapan “kita adalah da’i sebelum apapun” kenapa karena semenjak kita lahir kita sudah punya kewajiban untuk menjadi da’i dan setiap manusia adalah pemimpin/khalifah.

Kenapa tugas dan beban diatas harus diserahkan kepada pemuda ? Berikut ini jawabannya:

a. Pemuda mempunyai kekuatan inisiatif tinggi
seorang pemuda punya semangat dan inisiatif tinggi untuk mencetuskan gagasan atau ide. Sebagai contoh ketika Rasulullah berusia 17 tahun ada perseteruan antar 2 kabilah besar di kota Makkah yaitu untuk memindahkan batu hajar aswad yang akan mengakibatkan peperangan jika tidak segera ditangani, lalu Rasul berinisiatif untuk membentangkan sorbannya dan menaruh batu tersebut diatas sorban itu dan kedua kabilah akhirnya bisa mengangkat bersama-sama yang akhirnya kedua kabilah itu bisa bersatu.

b. Pemuda memiliki kekuatan untuk bergerak ( kekuatan gerak ).
Sudah menjadi karakter seorang pemuda jika melihat sesuatu mereka ingin segera melakukan reaksi saat melihat sesuatu yang dirasa tidak sewajarnya.

c. Pemuda memiliki kekuatan Fikriyah.
Pemuda banyak mempunyai ide dan cetusan gagasan. Seperti kisah Ashabul Kahfi karena mereka merasa terancam dinegaranya yang mempunyai penguasa yang kejam, akhirnya mereka melakukan perubahan pada masyarakat dengan masuk kedalam goa dan dengan kekuasaan allah mereka ditidurkan Allah selama 309 tahun. Dan kisah nabi Yusuf yang dipenjara oleh istri sang raja, tapi karena kecerdasannya nabi Yusuf bisa menterjemahkan arti mimpi sang raja yang karenanya beliau diangkat sebagai bendaharawan negara.

Dan bila ditinjau dari segi orangtua kenapa tugas–tugas diatas dibebankan pada pemuda dan bukan orangtua karena orang tua tidak punya kekuatan gerak, sedang orangtua hanya mempunyai kekuatan konsepsi dan lebih berperan di belakang layar karena kondisinya tersebut, tetapi tidak hanya itu sikap kebijaksanaan orangtuapun tak kalah pentingnya dibutuhkan oleh pemuda yang lebih cenderung mempunyai gejolak yang tinggi dengan darah mudanya yang tidak jarang sering berkesan ‘grusa-grusu’ dalam mengambil tindakan, disinilah peran orang tua dibutuhkan.

Adapun bentuk karakter pemuda yang idealnya harus dimiliki adalah :

1. Taat kepada Allah dan Rasul

2. Jihad sebagai jalan yang ditempuh dengan jihad fisabilillah, bentuk jihad bermacam-macam :
a. Dengan ilmu yaitu bisa dengan mengisi majelis taklim
b. Dengan harta yaitu dengan mengeluarkan zakat, infaq dan shodaqoh
c. dengan tenaga yaitu membantu secara fisik dalam kegiatan dakwah islamiyah.

3. Sangat merindukan syahid
Syahid adalah cita-cita tertinggi seorang pemuda, seperti Khalid bin Walid yang seorang panglima perang tetapi tidak mendapatkan mati syahid seperti yang diimpikan, beliau meninggal diatas kasur.

4. Sabar dan Ridho terhadap ujian
Seorang pemuda harus ridho dan sabar saat mendapat dan menghadapi ujian.

5. Ikhlas dalam beramal
Karena seorang pemuda mempunyai sifat selalu bergerak, saat mereka bergerak mereka juga harus bergerak ikhlas karena Allah atau dengan kata lain memiliki sifat ikhlas karena Allah.

6. Takut pada ancaman Allah.
Meskipun seorang pemuda itu pemberani tetapi mereka juga harus takut kepada Allah. Sebagaimana nabi Ibrahim yang berani menyatakan kebenaran kepada orangtuanya, dan setelah dewasa berani melawan raja Namrudz yang angkuh, merasa menghidup dan mematikan manusia, yang semua sikap perlawanan tersebut mengakibatkan Ibrahim dibakar hidup-hidup.

7. Selalu bertaubat dan memohon ampun kepada Allah.
Karakter pemuda yang punya ego besar dan ingin menang sendiri membuat kita harus selalu bertaubat karena kita juga tidak lepas dari kesalahan.

8. Selalu melaksanakan/ mau melaksanakan qiyamul lail
Pemuda masih mempunyai kekuatan dengan kesehatan fisik nya untuk bisa bangun tengah malam seperti Rasulullah yang selalu menyegerakan untuk tidur diawal malam untuk melaksanakan qiyamul lail.

9. Zuhud pada dunia
Zuhud bukan berarti miskin, tapi menilai segala sesuatu pada diri kita bukan berdasarkan dunia.

Semoga uraian diatas bisa menjadi motivasi buat kita para generasi muda, wahai para pemuda janganlah engkau hanya diam termangu dan terlena oleh indahnya masa muda, yang memang hanya datang sekali, mari isi masa muda kita dengan terus berjuang, berpegang dan menguatkan tali Allah, bersatu saling bergenggam menjadi mujahid dan mujahidah tangguh generasi penerus Rasulullah dengan menjadikan syahid tujuan kita. Wallahu a’lam bishowab.

 

 

Sumber: kafemuslimah.com

Posted in: Tajuk Utama